Banner_Header

Camer Bukan Fir’aun, Kamu Hanya Perlu 9 Tips Ini Untuk Pertemuan Perdana


Apakabar proses ta'aruf kamu? Udah saling tukar biodata dengan calon pasangan? Udah merasa cocok dan lanjut bertemu untuk saling bertanya satu sama lain? Kalau udah, ya udah lanjutin aja, hehehe... Okay, kalo udah siap, proses selanjutnya adalah saling berkunjung ketemu camer (calon mertua).
Whaaat?... Be calm and stay cool, nggak perlu baper apalagi caper, kalo laper udah kebiasaan kamu keles. Urutan dalam ta'aruf kan emang gitu. Untuk tahapan ini sebaiknya pihak kamu para ikhwan yang terlebih dulu silaturahim ke rumah orang tua calon bidadarimu, jangan dibalik ya biar gak tumpah.

Sudah bisa dipastikan jantung kamu bakalan kembang kempis menghadapi sesi interview camer nanti, lebih-lebih baru ketemuan perdana. Bawaannya deg-degan, keringat dingin, gelisah dan susah tidur kayak mau ngadepin interviewer kerja.

Seperti kata papatah, Pandangan pertama tak terlupkan itu artinya pandangan pertama punya kesan mendalam dan menancap dalam sanubari. Ini akan menjadi momen bersejarah dalam hidup kamu, yang menentukan kamu mendapat restu jadi kepala negara imam bagi calon bidadari pujaanmu. That's why, kamu musti bikin persiapan sekeren mungkin. Nah, ini 9 persiapan yang bisa kamu lakukan saat bertemu calon mertua biar nggak jadi kambing congek di mata camer :

1. Luruskan Niat, Jangan Bengkok

Tips menghadapi camer: luruskan niat

Maksudnya niat kamu harus lurus, niat kamu baik, yakin saja sudah jalan yang lurus, lillahi ta'ala ingin mencari ridha Allah. Ingat do'a Nabi Musa ketika hendak bertemu Fir'aun:

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Musa berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’ [Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)

Waaah, gak bener ente ini nyamain camer ama Firaun??? Heiii, tenang dulu sob, ini bukan berarti kamu kayak Musa dan camer kayak Fir'aun, sangat bukan. Itu kami hanya menukilkan do'a dari Al-Qur'an yang InsyaAllah berkah. Udah paham artinya kan? Alhamdulillah...

2. On Time

Tips Menghadapi Camer: tepat Waktu
blog.toornament.com
Bisa dimaklumi selama masa lajang kamu suka ngomong otw, "on the way", bentar lagi dan seabreg lainnya pada teman kalau lagi janjian. Nah, kalau sama camer? Please, on time lah... buang otw mu yang aslinya "oke tunggu wae" alias telatan.

Ketahuilah, wahai bujang, camer pasti sudah berbenah rumah dan masak yang istimewa ala chef Farah Quin buat menyambut kedatangan tamu agung yang bernama kamu. Harus kooperatif donk, hargai usaha mereka dengan datang tepat waktu. Keburu makanannya dingin juga, kan gak enak. Tapi, mentang-mentang on time datangnya juga jangan kepagian karena bisa jadi si camer masih masak-masak :D

Kalau kamu terlambat, kamu dikiranya gak jadi datang dan bisa-bisa camer nganggep kamu gak serius. Yang ada kamu dapat raport merah dan gak naik kelas jadi menantu, kan sedih hiks hiks hiks...

3. Apa Adanya, Jadilah Dirimu Sendiri

Tips Bertemu Calon Mertua Pertama Kali - Apa Adanya, Jadilah Dirimu Sendiri
sergezen.deviantart.com
Kata filsuf barat, Be Honest adalah Jujur. Yup, benar sekali. Kamu harus jujur pada dirimu sendiri, untuk tampil apa adanya di hadapan camer. Bersikaplah yang sopan, dan santun dalam berbicara. Suara gak usah kayak motivator "Calon mertuaku yang super...". Natural saja, kalau bawaan lahirnya cempreng ya cempreng saja asal bicara baik, nggak kasar apalagi jorok. Dan yang terpenting pastikan camer kamu paham dengan bahasamu.

Penampilan juga penting lho. Gak harus necis dan kekinian, berbusana formal sepertinya lebih pantas buat kamu. Nggak perlu pakai dasi apalagi tuxedo berdasi kupu-kupu, tapi kalo mau pake songkok itu sih keren kayaknya :D

Udah, woles aja. Lepas dan ngalir aja bicaranya soal latar belakang diri asal terkontrol dan penuh hormat, seperti ketika kamu bercerita ke teman. Intinya, nggak perlu bikin skenario atau ngapalin draft yang kamu buat, yang ada malah terkesan kaku kayak robot.

4. Siapkan Telinga, Jadilah Pendengar yang Baik

Tips Menghadapi Camer: Jadilah Pengendar Yang Baik
shaarr.com
Kata orang bijak, mendengar itu sebuah pertanda kalau kamu menghormati lawan bicara. Namun bukan berarti hanya diam seribu bahasa tanpa suara dan hanya manggut-manggut, iya-iya dan tidak-tidak. Boleh kamu berbicara atau menambahkan sesuatu untuk menunjukkan isi kepalamu. Tapi ingat, harus tetap dominan mendengar.

Selama kamu nanti berumah tangga, mertua-mertua ini akan rajin memberi nasihat. So, camer pasti lebih enjoy pada camen (calon menantu) yang punya keterampilan mendengar yang menakjubkan. Sebab, mereka akan merasa dihargai.

5. Gak Usah Tegang, Woles Aja

Tips menghadapi camer: woles gak usah tegang nervous
Unripe Content
Sudah bisa ditebak, pembicaraan awal bakal basa-basi seperti ini:

"Dari rumah jam berapa, Nak?"

"Jauh ya? Tadi nyasar gak kesini?"

"Oh, kesini naik Gojek? Apa LadyJak?"

Lapangkan hatimu, Nak. Biarkan camer yang menentukan topik diskusi, kamu cukup menimpali dengan bahasa renyah, nggak datar, dan penuh senyum, tapi jangan kebanyakan senyum ntar dikira udah gak waras. Kalu camer mengeluarkan joke, hargai dengan tertawa meski joke-nya kriuk banget. Tertawa ringan aja nggak usah pakai wkwkwk alias terbahak-bahak. Nggak sopan.

Lalu lanjut ceritakan tentang dirimu, aktivitasi sehari-harimu, kerja atau kuliah, hobimu, jangan lupa juga kabar keluargamu. Intinya, buat kedekatan antar kedua keluarga sedeket mungkin.

6. Bawa Apa ya Baiknya?

Tips menghadapi camer: bawa buah tangan
huffingtonpost.com
Ya, biar ada manis-manisnya gitu. Lagian sudah menjadi adat di tempat kamu kan membawa buah tangan saat berkunjung. Nah, disini sebagai pemula kadang kamu akan menemui kalimat "Bingung nih, bagusnya bawa apa ya". Brownies? Bika Ambon? Es krim pot? Donat Imut? Terserah kamu aja mau bawa apa, yang penting pantes tapi jangan disinggung teramat jauh tentang apa yang kamu bawa. Langsung saja kasih ketika datang dan udah gitu aja.

7. Bawa Teman itu Penting

Bukan karena takut, gak pede dan minta ditemenin. Ini perlu kamu lakukan biar diskusi kamu bisa hidup. Kalau kamu diserang penyakit grogi dadakan, teman kamu bisa membantu menghidupkan suasana.

Jangan sembarangan membawa teman. Syarat utama kalau bisa yang komunikatif alias enak diajak ngobrol, wawasannya luas, humoris, dan yang nggak kalah penting usahakan teman kamu yang udah nikah dan kalau bisa nggak melebihi ketampanan kamu, kenapa? Yang ada camer kamu malah kecantol sama teman kamu nanti, kan bisa gagal total rencanamu.

8. Seperlunya, Jangan Lama-lama

Apapun itu kalau berlebihan nggak baik, apalagi berlama-lam bertamu di rumah camer. Bisa sampai dimakan rayap itu kursi.

Sebenarnya kondisional, karena ada tipikal camer yang doyan diskusi lama (asal nggak diajak sambil main catur). Maksimal tiga jam lah kalau kamu datang siang, sebab bisa saja mereka juga sudah ada agenda lain. Atau maksimal satu jam-an kalau malam hari, ya hormati jam malam donk. Kamu juga harus ngeh dengan kode-kode seperti duduk camer mulai gelisah, deheman atau tengok-tengok jam.

9. Mohon Maaf Ketika berpamitan

Setelah diawal kamu datang dengan penampilan yang mengesankan, jangan lupa akhirilah dengan indah (eh, siapa pula itu indah). Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan saat diskusi maupun bertamu. Salim dan cium tangan camer (laki-laki) dan pamit baik-baik. Ucapkan salam dan tutup pagar rumah (jika rumahnya ada pagarnya), jangan camer yang nutup pagarnya.

Jangan lupa pula sebelum pulang, izin mengundang calpas (calon pasangan) kamu untuk silaturahim ke orang tuamu. Kasih penjelasan juga bahwa bukan kamu yang akan menjemput si calpas tapi calpas boleh membawa saudara atau temannya untuk berkunjung ke ortumu. Atur agendanya, mau kapan, sebaiknya dikomunikasikan lebih lanjut.

Sudah siap? Bismillah aja, Wan! [ES/BuletinIslami]

Disarikan dari KalaMuda



loading...
error: Content is protected !!