Banner_Header

Supaya Hal-hal Sepele Tidak Mengganggu Keharmonisan Rumah Tangga, Suami Wajib Baca!

Dalam kehidupan rumah-tangga, suami istri hidup bersama untuk saling melengkapi, saling mengerti satu sama lain. Pada hakekatnya suami adalah laki-laki yang lebih mengedepankan akal, sedangkan istri adalah wanita yang lebih mengutamakan perasaan. Sedangkan akal dan perasaan kadang tidak bisa saling bertemu. Terkadang tindakan sang istri yang didorong oleh perasaan tidak dapat diterima oleh akal seorang suami, begitu pun sebaliknya perbuatan suami yang lebih mengedepankan akal dan pikiran ada kalanya tak mudah untuk akur dengan perasaan istri. Untuk itulah suami harus bisa lebih banyak mengalah untuk menenangkan istri. Ini perlu dilakukan untuk menjaga keharmonisan rumah-tangga.
Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga
Keharmonisan Rumah Tangga

Inilah sepenggal kisah unik yang dapat menggambarkan kondisi diatas.

Bebek atau Ayam?

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan:

”Kuek! Kuek!”

”Dengar,” kata si istri, ”Itu pasti suara ayam.”

”Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.

”Tidak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.

”Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'kuek! kuek!' Itu bebek, Sayang,” kata si suami dengann disertai gejala-gejala awal kejengkelan.

”Kuek! Kuek!” terdengar lagi.

”Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.

”Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.

”Dengar ya! Itu a? da? lah? be? bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?” si suami berkata dengan gusar.

”Tapi itu ayam,” masih saja si istri bersikeras.

”Itu jelas-jelas bue? bek, kamu? kamu?.”

Terdengar lagi suara, ”Kuek! Kuek!” sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.

Si istri sudah hampir menangis, ”Tapi itu ayam?.”

Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, ”Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.”

”Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.

”Kuek! Ku ek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

***
Suami yang bisa menawan hati istrinya
Suami Idaman Istri

Maksud dari cerita diatas bahwa si suami akhirnya sadar, siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek?
Yang lebih penting adalah keharmonisan rumah-tangga mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.

Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal ”ayam atau bebek”?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Banyak hal jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah?


Waspada! Hobi Foto Selfie Bisa Memicu Keretakkan dan Merusak Keharmonisan Rumah Tangga

loading...
error: Content is protected !!