Banner_Header

WASPADA! Beginilah Cara Misionaris Syi'ah MenCuci Otak Pengikutnya


Buletin Islami - Cuci otak adalah sebuah upaya rekayasa pembentukan ulang tata berpikir (pola pikir), perilaku dan kepercayaan tertentu menjadi sebuah tata nilai baru pada diri seseorang, praktik ini biasanya merupakan hasil dari tindakan indoktrinasi, dalam psikopolitik diperkenalkan dengan bantuan penggunaan obat-obatan dan sebagainya[1]. Dengan cara ini pula biasanya kelompok atau aliran menyimpang dalam agama tertentu melakukan perekrutan pengikut/anggota baru.

Begitupun yang dilakukan oleh kelompok aliran sesat Syi'ah (Rafidhah) di Indonesia dalam usahanya memperbanyak jumlah pengikut. Untuk itu kita perlu WASPADA dan hati-hati, untuk mengantisipasi praktik indoktrinasi (cuci otak) Syi'ah pada diri kita maupun keluarga atau lingkungan kita sebaiknya baca dan pahami bagaimana ulama dan pengikut Syi'ah melakukan Metode/Cara Cuci Otak terhadap umat Islam di Indonesia.

WASPADA! Beginilah Cara Misionaris Syi'ah Melakukan Cuci Otak Terhadap Umat Islam
WASPADA! Cuci Otak Ala Syi'ah

Berikut ini cara-cara yang biasanya dilakukan oleh misionaris Syi'ah guna menjaring korban baru.

Apakah Anda Muslim?


Hal Pertama akan ditanyakan: "Apakah anda muslim?"
     
Selanjutnya, Jika anda muslim, maka akan ditanyakan "Apakah anda mencintai Rasulullaah?"
             
Seolah-olah untuk meyakinkan, maka pertanyaan akan diulang seperti ini, "Yang benar!!.. apakah anda mencintai Rasulullaah?.. Buktinya mana?"
     
"Kalau anda mencintai keluarga Rasulullaah, kok anda diam saja ketika HAK RASULULLAAH DAN KELUARGANYA DIRAMPAS? MUSLIM APA ANDA INI?"

Nah, bagi orang awam yang belum mengenal seluk beluk Syiah tentu akan kelabakkan dan tercengang ketika dihadapkan dengan pertanyaan yang dikemas seperti ini.

Inilah senjata awal yang dipakai oleh misionaris Syi'ah. Ketika sasaran yang dimaksud mulai bimbang, maka akan dihujani lagi dengan manipulasi sejarah Islam yang, jujur saja, penuh dengan kebohongan dan kebencian atas terdholiminya Rasulullah  dan keluarganya oleh ummat islam sepeninggal beliau.

Tanpa berbekal dasar pemahaman ajaran dan sejarah Islam yang benar, maka biasanya sasaran akan "terbakar". Yah pastilah, siapa sih muslim yang tidak marah ketika mendengar Rasulullah dan keluarganya dikhianati?

Itulah mengapa para pengikut aliran sesat tersebut rata-rata anak muda yang cerdas dibidang akademisi, namun dangkal dalam pemahaman aqidah sehingga pondasinya tidak siap ketika berhadapan di wilayah ini.

Pemalsuan Sejarah & Ajaran Islam


Ketika sasaran telah masuk dalam perangkap mereka, maka metode selanjutnya adalah penggiringan bahwa ajaran Islam yang kita pakai sekarang bukanlah murni ajaran Islam dari baginda Rasulullah ﷺ. Ajaran islam yang kita pakai sekarang adalah dari para sahabat "pengkhianat" (menurut Syi'ah) Rasulullah yang oleh kaum Syiah disebutkan dedengkotnya adalah Aisyah -radhiyallahu 'anha- istri Rasulullah ﷺ dan para Khulafa' Rasyidin minus Ali -radhiyallahu 'anhu-.

Ketika sampai pada fase tersebut, tentu akan sangat manusiawi jika sasaran menjadi penasaran dengan pernyataan Islam yang kita anut bukanlah Islam yang sesuai dengan ajaran Rasulullah. Dibenak mereka akan terlintas pertanyaan seperti, "Lantas seperti apakah ajaran Islam yang murni itu?"

Dan jawaban mereka (Syi'ah), ajaran Islam yang murni hanya ada pada imam Ali bin Abu Thalib. (kaum syiah tidak pernah menyebutnya sayidina tetapi imam). Dan ajaran islam yang murni itulah yang diteruskan hanya oleh para pengikut Ali. Dari sinilah muncul nama Syi'ah.


Pembai'atan = Pengikut Syi'ah


Selanjutnya, Ketika sasaran semakin penasaran dan tertarik ingin tau lebih jauh maka diundanglah dia pada acara kajian-kajian dan bedah ilmu Sunni-Syi'ah (ala Syi'ah).

Dari situ belum ada hal-hal yang terkait dengan akidah Syi'ah yang mencolok. Cuci otak berlangsung perlahan-lahan dan bertahap. Dan puncaknya adalah bai'at. Khusus untuk bai'at ini, disinilah fase yang sakral. Disinilah fase dimana mata hati seseorang akan ditutup oleh Allah tabaraka wata'ala. Orang yang telah sampai pada fase bai'at ini sangat sulit untuk bisa disembuhkan, kecuali  jika hidayah Allah Subhanahu wa Ta'ala turun padanya.

Begitu dahsyatnya bai'at ini hingga seorang Saddam Husein (mantan penguasa Iraq yang pernah memerangi negara Syi'ah Iran) pernah berkata, "Jika saja telunjuk saya sudah tertular Syiah, maka akan saya potong dan berikan buat makan anjing."

Fase bai'at disini isinya adalah memohon laknat Allah Subhanahu wa Ta'ala pada istri Rasulullah ﷺ Aisyah radhiyallahu 'anha dan para Khulafa' Rasyidin kecuali Ali radhiyallahu 'anhu.

Jika telah selesai tahapan ini maka sangatlah mudah dan enteng bagi misionaris Syi'ah untuk menggiring sasaran pada revolusi aqidah. Seperti bolehnya Kawin Mut'ah, mengakui wilayah 12 imam, ritual Asyuro', melaknat para Shahabat (kecuali Ali'), keutamaan makan kotoran imam, pemahaman tauhid yang salah, menyelisihi sunnah-sunnah Nabi Muhammad ﷺ, dan berbagai aqidah menyimpang lainnya.

Mudah-mudahan umat Islam sudah semakin banyak yang telah paham akan seluk beluk Syi'ah dan kesesatannya, karena sudah banyak artikel yang telah mengupasnya.

Baarakallahu fiikum. Semoga bermanfaat dan semoga Allah senantiasa Berkenan Meneguhkan hati kita pada agama-Nya. Allahumma Aamien.

Jazaakumullah khairo.

Sumber: Kiriman wa dari Ustadz Agung Cahyadi dengan beberapa perubahan redaksi agar mudah dibaca. [ES/BuletinIslami]

loading...
error: Content is protected !!