Banner_Header

Ditekan dan Diancam, Kajian Ustadz Badrusalam di Masjid At-Taqwa Cirebon Terpaksa Dibatalkan

BuletinIslami.Com, CIREBON – Tabligh Akbar Ustadz Abu Yahya Badrusalam yang akan diselenggarakan pada Ahad (28/2/2016) di Masjid At-Taqwa Kota Cirebon terpaksa dibatalkan. Pembatalan itu dilakukan demi keamanan bersama karena ada sekelompok orang yang protes dan bahkan akan melakukan aksi anarkis jika acara itu tetap dilakukan.

Penyelenggara tabligh akbar, Majelis Studi Islam (MSI) Attasfiya, membatalkan acara itu pada Kamis (18/2/2016) karena menuruti arahan dari Kapolres Cirebon Kota.

Kajian Ustadz Badrusalam di Masjid At Taqwa Cirebon Terpaksa Dibatalkan
Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon

“Sebelumnya kami sudah mendapatkan izin dari pihak DKM dan dari kepolisian, tapi tiba-tiba dihubungi oleh Pak Kapolres agar acara dibatalkan saja karena akan ada pengerahan massa,” kata Pembina Attasfiya, Diding Sobarudin kepada Gema Islam, Jumat (19/2/2016)

Diding menambahkan, pihak DKM At Taqwa sebenarnya tidak mempermasalahkan acara tersebut karena memang sudah sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

“Mereka bilang silahkan saja, meskipun memang Ketua DKM juga mendapatkan banyak sms penolakan dan ada ancaman,” terang Diding.

Panitia pun akhirnya secara bulat membatalkan acara tabligh akbar di masjid kebanggaan warga Cirebon itu.

“Dibatalkan saja, untuk menghindari gesekan dan pertikaian. Selama ini kami dikenal baik oleh masyarakat dan aparat pemerintah,” jelas Diding.

Diprotes Karena Wali Songo


Penolakan tabligh akbar diawali dengan selebaran dari salah satu ormas Islam. Alasan dari penolakan itu, Ustdaz Badrusalam dituduh sebagai tokoh yang mengingkari adanya Wali Songo, sedangkan Cirebon adalah salah satu tempat bahkan Wali Songo berdakwah yaitu Sunan Gunung Jati.

Adanya selebaran itu membuat banyak warga terpancing, meskipun mereka belum mengetahui apa sebenarnya pendapat Ustadz Badrusalam tentang Wali Songo.

Menanggapi hal ini, Ustadz Badrusalam menuliskan pendapatnya tentang Wali Songo di akun Facebook pribadinya.

Menurut pemateri Radio Rodja ini, dirinya memang pernah mengatakan saat siaran bahwa tidak ada bukti otentik tentang Wali Songo.

“Masih terjadi perselisihan tentang asal-usul Wali Songo. Ada yang mengatakan berasal dari Turki dan ada yang mengatakan dari yang lain,” kata Ustadz Badrusalam.

Menurut ilmu hadits yang dipelajari Ustadz Badru selama belajar di Madinah, sanad tentang Wali Songo ini terputus.

“Saya Alhamdulillah diberi kemudahan untuk kuliah di fakultas hadits. Bila kita praktekkan ilmu sanad ternyata sanadnya terputus. Itu semua sejauh keilmuan saya yang terbatas,” ujar Ustadz Badru.

Lebih lanjut, Ustadz Badru menekankan jika Wali Songo itu benar-benar orang yang bertakwa maka wajib untuk menghormati mereka.

“Bila Wali Songo memang ada dan mereka orang-orang sholih dan bertakwa, sudah kewajiban kita untuk mencintai dan menghormati mereka,” terang Ustadz Badru.

Meskipun demikian, mencintainya bukan dengan cara mengkultuskan karena Rasulullah lebih agung dari mereka.

“Para sahabat jauh lebih utama dari mereka, para imam madzhab jauh lebih alim dari mereka,” jelas Ustadz Badru.

Ustadz Badru pun menekankan bahwa rujukan yang sesungguhnya dalam beragama adalah Kitabullah dan Sunnah Rasul.

“Tentu yang menjadi rujukan kita adalah Kitabullah dan Sunnah Rosul yang shahih serta ijma para ulama. Ini keyakinanku,” tutup Ustadz Badru. (bms)

via Gema Islam
loading...
error: Content is protected !!