Banner_Header

Anak yang Tak Merayakan Valentine Berarti Menyelamatkan Orangtuanya dari Azab Akhirat

BuletinIslami.Com, BANJARMASIN – Cinta anak terhadap orangtua diuji pada momentum valentin, khususnya bagi muslimah. Menurut Ustad Doktor H M Fauzi, anak yang cinta dan sayang pada orangnya pasti tidak akan ikutan pada tradisi kalangan Barat ini.

“Bagi anak yang tidak ikutan pada acara ini, berarti mereka telah menyelematkan orangtua dari azab akhirat karena akhlak anak menjadi tanggung jawab orangtua di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala kelak,” ujar ulama ini dalam Khutbah Jumatnya di Masjid Al jihad Banjarmasin.

Larangan Merayakan Valentine Day

Sebab, menurutnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Alquran jelas mengingatkan kepada hamba Nya yang sudah menjadi orangtua agar menjaga keluarganya artinya istri, anak-anak serta saudara dari perbuatan yang mengundang dosa.

Dan, menurut ustad yang juga akademisi di IAIN Antasari Banjarmasin ini, valentin bukan hanya budaya Barat tetapi juga kandungannya bertolak belakang jauh dari ajaran Alquran.

“Jadi tidak pantas untuk diikuti kalangan muslimin. Jangan sampai,” ujarnya.

Apalagi, ujarnya, valentine day telah diklaim sebagai hari kasih sayang muda-mudi atau pasangan bukan mahram.

“Menyatakan cinta dengan perbuatan yang menjadi maksiat seperti pacaran, jangan sampai dilakukan kalangan anak-anak muslimin. Bahkan kepada orangtua saja tidak menyatakan ksaih sayang koq kepada bukan muhrim rela berbuat hal-hal yang berbau maksiat,” ujarnya.

Sumber: TribunNews.com




loading...
error: Content is protected !!