Banner_Header

MENGERIKAN! Beginilah Nasib Jenazah Pegawai Bank Pemakan Harta Riba.. BANTU SHARE YA Agar Semakin Banyak Yang Sadar Bahaya Riba...


BuletinIslami.Com - Kisah mengerikan kondisi jenazah pegawai bank ini diangkat dari pengalaman nyata dari grup kami di WhatsApp.

Perlu diketahui bahwa Bank konvensional sarat dengan muamalah ribawi, yakni transaksi keuangan yang mengandung unsur Riba. Riba sendiri adalah perkara yang telah nyata diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim menjauhi riba dan segala perbuatan yang bisa membantu riba. Kita wajib bertakwa (takut) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam masalah ini. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Penolong. Riba tidak hanya memngakibatkan dosa bagi pelakunya namun juga dampak buruk di dunia.

Akibat makan gaji riba di Bank
Haramnya Riba di Perbankan

Beginilah kisah selengkapnya Nasib Jenazah Pegawai Bank Pemakan Harta Riba, silakan disimak semoga memberikan pelajaran untuk kita semua.

[09:21, 2/22/2016]  Dessy:

Assalamu'alaikum warga KSW
Jarum jam disini menunjukkan pukul 09.30 wita

Salon dan toko baru dibuka se jam yang lalu.
Pelanggan setia saya sudah ada yang datang. Bu Haji 'S' pedagang grosir busana muslim yang biasanya ke salon saya hari sabtu atau minggu. Karena hanya pada hari libur saja putra beliau bisa bantu jaga toko.

Saya sapa "Ehh..bu haji tumben hari kerja bisa kesini."
Bu haji : iya bu dess, sekarang ada anak saya yang bantu jualan di toko.

Saya  : hlo..anak ibu bukannya kerja di bank? Ini kan hari senin bu #basa-basi
Bu Haji : Anak saya berhenti kerja di bank bu dess.

Saya  : kenapa berhenti bu? Kan udah lumayan jabatannya #kepo.
Bu Haji : iya bu dess. Kira-kira beberapa bulan yang lalu, anak saya ikut mengantar jenazah salah satu karyawan dia di kantor ada yang meninggal. Jadi pas jenazah sudah selesai dikuburkan,  datang 1 jenazah lain yang mau dikubur juga. Setelah itu baru diketahui ternyata jenazah alm teman anak saya itu salah dimasukkan ke liang kubur jenazah yang baru datang tadi.

Saya : terus gimana bu..??
Bu Haji  : jadi terpaksa digali lagi makamnya. Dan setelah digali semua orang terkejut melihat kondisi jenazah teman anak saya itu bu.

Saya : kondisinya gimana bu haji?
Bu Haji : Belum 1 jam bu dess, setelah dibuka papannya...Astaghfirullah..jenazahnya hangit. (Hangit = hangus)

Astaghfirullah...
Tenggorokan saya kering seketika.

Saya : kenapa bisa begitu bu??

Bu haji : anak saya hanya bilang, setelah kejadian itu anak saya pulang ke rumahnya. Dan bilang kpd istrinya bahwa dia mau resign dari bank tempat dia kerja. Istrinya juga pegawai bank bu dess. Terjadilah pertengkaran anak saya dg istrinya. Pokoknya istrinya minta cerai kalau anak saya berhenti kerja di bank. Alasannya hidup sudah mapan. Penghasilan juga bagus. Kalau berhenti gimana nasibnya nanti. Itu kata istri anak saya bu dess.

Anak saya bilang, alm teman sekantornya itu semasa kerja di bank selalu minta jatah sekian persen  dari pencairan hutang kepada debitur. Apalagi kalau debiturnya chinese dia bisa minta jatah hingga 10% dari uang yang dicairkan. Setelah cair dana yg diminta dari debitur itu dibagi-bagikan ke teman2 yg lain termasuk anak saya. Dan hal tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

Setelah melihat kejadian di kubur tadi, anak saya menangis. Merasa telah banyak dosa dan turut memakan riba yang dosanya luar biasa. Maka dari itu anak saya memutuskan untuk resign dari bank tempat dia bekerja. Meskipun resikonya dia harus bercerai dari istrinya.
Sekarang anak saya ikut saya bantu mengembangkan usaha dagang saya.
Anak saya bilang..."saya lebih baik hidup seadanya dengan uang halal dari pada hidup mewah dengan riba dan segala dosanya"

Saya : MasyaAllah. Beruntung anak pian (Anda) segera bertobat bu haji. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita bu haji. Dan melancarkan jalan hijrah anak pian (Anda).

*satu lagi kisah nyata yang saya jadikan pelajaran berharga. Bahwa Allah menunjukkan langsung siksa kubur kepada kita yang masih hidup, agar kita menjauhi dan meninggalkan riba.

Masya Allah... didunia aja azabnya sudah mengerikan seperti ini apalagi kelak di akhirat. Semoga kita bisa beristiqomah melawan riba. Amiin.

Dengan membagikan artikel ini kepada keluarga, sahabat, maupun teman-teman Anda artinya Anda telah menyelamatkan mereka dari bahaya riba.

[ES/BuletinIslami]

loading...
error: Content is protected !!