Banner_Header

Kebenaran Suatu Hari Akan Terungkap, Jika Lembaga Negara Diisi Oleh Orang-Orang yang Berakhlak


BuletinIslami.Com - Pada era sekarang memasuki lembaga Negara salah satunya harus melalui mekanisme partai. Tulisan ini bukan mengajak antum masuk partai atau membuat partai, akan tetapi setidaknya kita punya kepedulian terhadap kondisi bangsa dan negara Indonesia dengan mau memilih orang-orang terbaik diantara pilihan yang ada untuk menjadi pemimpin.

Maka jangan tinggalkan berpartisipasi dalam Pemilu, bukan untuk menghalalkan demokrasi melainkan semata-mata dalam rangka untuk memilih orang-orang terbaik supaya bisa menduduki kursi penting di lembaga-lembaga negara.



Kebenaran Suatu Hari Akan Terungkap, Jika Lembaga Negara Diisi Orang-Orang Berakhlak
Ilustrasi: Pemilu di Turki

Akankah antum masih gak mau nyoblos di 2018 mendatang?


Coba duduk dan renungkan perkataan ini:

"Kita diharamkan ikut pemilu, kemudian yang menduduki pemerintahan adalah orang2 Liberal, Syi'ah, Kafir, dan PDIP."

Setelah mereka menjadi "Ulil Amri", Lalu kita diwajibkan ta'at kepada mereka karena yang ditampilkan sebagai presiden adalah sosok muslim. Padahal di belakangnya adalah orang-orang rusak dan Fanatik yang sepenuhnya menentukan kebijakan negara.

Kehancuran Irak oleh syiah di mulai ketika ulama sunni memfatwakan haram bagi penganut sunni ikut nyoblos pada saat pemilu.

Walhasil..

Dari presiden, DPR di kuasai oleh syi'ah. Semua ini bukan ramalan tapi bukti nyata di lapangan yang telah dan sedang terjadi sampai sekarang.

Akal sehat antum ada di mana?

Ajaran islam akan selalu selaras dengan akal selama mau mengolah dalil melalui istinbath ushul fiqh. Dan meninggalkan sikap fanatik atau ghuluw kepada pendapat seseorang.

"Ikuti Orang karena kebenaran, Jangan mengikuti kebenaran karena orang"

Kita sepakat bahwa hukum asal demokrasi adalah haram seperti haramnya memakan kucing. Bukankah di Suriah kucing di halalkan di saat tidak ada makanan sama sekali ?

Saat ini Demokrasi adalah satu satunya makanan yg dilegalkan untuk mengolah negara. Tidak ada yg lain. Mau tidak mau kita dipaksa untuk menerima.

Bukankah berangkat ke TPS adalah salah satu perintah ulil amri ? Yang mana ketidak taatan kepada ulil amri akan jatuh vonis Khawarij ?




Voting atau Pemilihan Pemimpin Secara Langsung Sudah Ada Sejak Zaman Khulafaur Rasyidin


Ingat kah antum kisah ini dlm hadits shahih ?

Abdurrahman bin Auf adalah KPU Pada saat pemilihan Utsman bin Affan menjadi khalifah. Dia berkeliling ke pintu-pintu rumah masyarakat Madinah dan bertanya; "Manakah yang lebih layak menjadi khalifah, Utsman atau Ali." Maka suara terbanyak mengatakan; "Utsman".

Apa Bedanya ?
Dulu Voting didatangi ke rumah, sekarang voting mendatangi TPS.

Syeikh Ali Hasan Al-Halaby berkata; "Voting diperbolehkan dalam hal-hal yang bukan merubah syariat yg sudah baku".

Syeikh Utsaimin berkata; "Bahwa dakwah harus bisa dilakukan di semua segmen termasuk di parlemen"

Syeikh Abdurrazaq mengatakan: "Jika ikut pemilu sekiranya lebih banyak manfaatnya dari madharatnya maka lakukanlah".

Coba antum renungkan. Suatu hari antum rembukan dengan anak istri. Besok liburan kemana ?
Istri : Ke jogja
Anak 1: Ke Lombok
Istri ke 2: Ke TMII saja.

Secara tidak langsung, tadi sebenarnya antum sudah voting dan menjalankan mekanisme demokrasi.

Mau mangkir ?

Akal sehat antum ada di mana ?


Lembaga Negara Harus Diisi Orang-Orang Berakhlak


Hakim Mahkmah Konstitusi Patrialis Akbar mengatakan, begitu lulus dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, para mahasiswa bisa ikut berperan membangun negara.

Ini dilakukan dengan mengisi berbagai jabatan di lembaga negara dengan tujuan selain menjalankan pemerintahan juga untuk syiar dakwah Islam.

"Lembaga-lembaga negara yang tersedia harus diisi orang-orang berakhlak dan berakidah kuat. Makanya, lulusan LIPIA harus berjuang keras supaya bisa masuk ke lembaga negara seperti DPR, MK, juga lembaga eksekutif menjadi menteri," kata Patrialis Akbar, Jumat, (15/4).

Lulusan LIPIA harus berjuang keras masuk ke lembaga negara agar negara ini bisa diisi oleh orang-orang dengan akidah kokoh, budi pekerti baik, akhlak mulia.

"Kalau lembaga negara diisi orang-orang berakhlak dan berakidah kuat, kami yakin Indonesia bisa menjadi negara besar, makmur dan sejahtera," jelasnya menerangkan.

Menurut Patrialis, saat ini terdapat masalah yang dihadapi bangsa Indonesia. Mulai dari pemerintah pusat sampai daerah banyak masalah karena lembaga negara tidak diisi orang-orang yang berakhlak mulia. (FP: Lembut Sesama Ahlus Sunnah)

[ES/BuletinIslami]

loading...
error: Content is protected !!