Banner_Header

Mencium Istri Saat Puasa Sampai Keluar Madzi, Apakah Batal?!


BuletinIslami.Com - Bagi pasangan suami-istri kemesraan bersama memang suatu keharusan. Bahkan meski di bulan Romadhon sekalipun dianjurkan tetap menjaga romantisme ini. Suri tauladan kita Rosulullah shollallaahu 'alayhi wa sallam, beliau senantiasa mencumbu/mencium istri tercinta meskipun saat berpuasa. Namun, ada syarat yang perlu diperhatikan agar aktivitas tersebut tidak membatalkan puasa. Karena terkadang keinginan kepada istri tidak bisa ditekan saat puasa oleh sebagian pasangan, apalagi pasangan muda. Lalu bagaimana hukumnya mencium istri disaat puasa hingga keluar air madzi, apakah hal itu membatalkan puasa?

Berikut ini akan kami rincikan penjelasannya sebagaimana dikutip dari website Rumaysho.com asuhan ustadz Abduh Tuasikal, semoga menambah pengetahuan pembaca BuletinIslami.

Hukum Mencium Istri Saat Puasa Sampai Keluar Madzi dan Mani
Foto: Ilustrasi Pasangan Suami-Istri Bercumbu

Dalam Al Mughni, Ibnu Qudamah berkata, “Mencium istri tidak lepas dari tiga keadaan:“

1. Mencium istri dan tidak keluar mani

Puasanya tidak batal dan kami tidak mengetahui adanya khilaf di antara para ulama mengenai hal ini.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ ، وَكَانَ أَمْلَكَكُمْ لِإِرْبِهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mencium istrinya sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan demikian karena beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Umar Bin Al Khaththab, beliau berkata,

هَشَشْتُ فَقَبَّلْت وَأَنَا صَائِمٌ ، فَقُلْت : يَا رَسُولَ اللَّهِ : صَنَعْت الْيَوْمَ أَمْرًا عَظِيمًا ، قَبَّلْت وَأَنَا صَائِمٌ .فَقَالَ : أَرَأَيْت لَوْ تَمَضْمَضْت مِنْ إنَاءٍ وَأَنْتَ صَائِمٌ ؟ قُلْت : لَا بَأْسَ بِهِ ، قَالَ : فَمَهْ ؟

“(Suatu saat) aku rindu dan kemudian aku mencium istriku padahal aku sedang berpuasa, maka aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium istriku padahal sedang berpuasa.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?” Aku menjawab, “Seperti itu tidak mengapa.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lalu apa masalahnya?” (HR. Abu Daud).

Di sini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memisalkan mencium dengan berkumur-kumur dari sisi sama-sama merupakan muqoddimah syahwat. Berkumur-kumur tidak membatalkan puasa selama air tidak masuk. Jika masuk, maka batal.

Imam Ahmad sendiri mendhoifkan hadits di atas. Beliau berkata bahwa itu hanyalah hembusan. Dan itu tidak mengapa.

2. Mencium istri dan keluar mani

Puasanya batal tanpa diperselisihkan oleh para ulama sepengetahuan kami. Hal ini dimisalkan keluarnya mani dengan jima’ tetapi tidak melalui persetubuhan di kemaluan.

3. Mencium istri dan keluar madzi

Puasanya itu batal menurut imam kita (imam Ahmad) dan Imam Malik. Sedangkan Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i menyatakan tidak membatalkan puasa. Diriwayatkan dari Al Hasan, Asy Sya’biy, Al Auza’i bahwa keluarnya madzi kala itu tidak menyebabkan mandi wajib sama halnya dengan kencing.

Demikian keterangan dari Ibnu Qudamah tentang masalah hukum Mencium Istri Hingga Keluar Madzi Apakah Membatalkan Puasa. Semoga bermanfaat menambahk khazanah ilmiah Islam bagi kita semua.

Referensi: Rumaysho.Com

[ES/BuletinIslami]

loading...
error: Content is protected !!