Banner_Header

MASYAALLAH... Pahala Menemani Istri Jalan-Jalan (Berbelanja), Lebih Besar dari Itikaf di Masjid Nabawi


BuletinIslami.Com - Pahala Menemani Istri Jalan-Jalan, Tahukah Anda ganjaran apa yang bisa Anda dapatkan jika dengan ikhlas memenuhi hak seorang sahabat atau saudara Anda menunaikan hajatnya, seperti menemani atau mengantar mereka ke luar kota? kebanyakan akan berfikir bahwa apa yang telah kita lakukan dengan menemani atau mengantar orang lain tersebut hanya berbalas pahala dan ucapan terima kasih saja.

Tapi jangan salah, karena ternyata belum banyak yang tahu, bahwa keikhlasan kita yang hanya sekedar menemani atau mengantar orang lain tersebut dapat berbuah pahala cukup besar, bahkan lebih besar dari apa yang kita bayangkan.

Pahala Menemani Istri Jalan-Jalan (Berbelanja), Lebih Besar dari Itikaf di Masjid Nabawi
Ilustrasi: Menemani Istri dan Anak Jalan-Jalan (www.ummi-online.com)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأن أمشي مع أخ في حاجة أحب إلي من أن أعتكف في هذا المسجد

“Sungguh aku berjalan bersama seorang saudara (muslim) di dalam sebuah keperluan lebih aku cintai daripada aku beri’tikaf di dalam masjid ku (masjid Nabawi) ini selama sebulan.” (HR. Ath-Thabarani di dalam Al-Mu’jamul Kabir dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Silsilat Al-hadits Ash-Shahihah, no. 906.)

Syaikh Muhammad bin shalih Al-Ustaimin rahimahullah berkata,

قضاء حوائج المسلمين أهم من الاعتكاف، لأن نفعها متعدٍ، والنفع المتعدي أفضل من النفع القاصر، إلا إذا كان النفع القاصر من مهمات الإسلام وواجباته

“Menunaikan kebutuhan kaum muslimin lebih penting dari pada iktikaf, karena manfaatnya lebih menyebar, menfaat ini lebih baik daripada manfaat yang terbatas (untuk diri sendiri). Kecuali manfaat terbatas tersebut merupakan perkara yang penting dan wajib dalam Islam (misalnya shalat wajib, pent).” (Fatwa Islam - http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=129815)

Demikianlah seorang muslim, harus berusaha mengerti kebutuhan saudaranya dan membantu jika ia bisa membantu. Kita memikirkan, jika kita menjadi dia, maka dia butuh dan senang jika diperlakukan demikian dan demikian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يُؤمِنُ أحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأخِيهِ مَا يُحِبُّ لنَفْسِهِ

“Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sampai dia mencintai (kebaikan) untuk saudaranya sesuatu yang dia cintai untuk dirinya“ (HR. Bukhari dan Muslim)


Pahala Menemani Istri dan Anak-Anak


Perhatikan, jika teman dan saudara saja sebaiknya kita penuhi dan kita temani untuk melaksanakan hajatnya. Maka istri dan keluarga kita lebih layak lagi untuk ditemani kemana mereka inginkan.

Bahkan akhlak dengan istri merupakan patokan utama akhlak seseorang (suami).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,beliau bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya” (HR At-Thirmidzi no 1162,Ibnu Majah no 1987 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 284)

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.” (HR At-Thirmidzi no 3895,Ibnu Majah no 1977, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 285)

Maka duhulukanlah memenuhi hak-hak istri dan anak-anak Anda. Perhatikan keinginan dan temani istri dan anak-anak karena mereka adalah orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan dari Anda (suami).

Misalnya sekedar menemani istri jalan-jalan karena jenuh di rumah, mengantar istri berbelanja, menemani anak-anak bermain dan pergi liburan keluar. Jika hal itu dilakukan dengan ikhlas lillahi ta'ala, InsyaAllah pahala yang menanti bisa jadi melebihi dari iktikaf di Masjid Nabawi selama sebulan penuh.

Referensi: MuslimAfiyah

[VA/BuletinIslami]

loading...
error: Content is protected !!