Banner_Header

Kisah Pilu: Rumah Tangga Hancur Gara-Gara Facebook (TOLONG BACA Jika Ingin Keluarga Anda Tetap Bahagia)


BuletinIslami.Com - Diceritakan dari seorang sahabat, sebuah kisah pilu seorang istri yang masa depan keluarganya hancur gara-gara Facebook dan BB, semoga kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah ini. Buat Anda yang kecanduan jejaring sosial Facebook dan tak bisa lepas dari genggaman smartphone BlackBerry, wajib membaca kisah ini.

Seorang wanita muda, ibu rumah tangga serta nyambi sebagai karyawan konvenksi, mengaku bernama Lely (26) menceritakan kisah rumah tangganya yang hancur karena Facebook dan BlackBerry pada pertengahan 2015 lalu.

Bagaimana kisah selanjutnya? Baca berikut ini:

kisah rumah tangga yang hancur karena Facebook dan BlackBerry
Foto: Ilustrasi

Namaku Lely. Berjilbab. Ibu rumah tangga dengan satu anak. Umur 26 thn tapi banyak yang bilang aku masih seperti gadis.

Di sela-sela kesibukanku bekerja di konveksi, aku coba buka BB baru pemberian suamiku. Tak lupa ku coba buka akun facebookku. Kangen rasanya seru-seruan dengan teman-teman SMA dulu.

Dari fb, ku mengenal laki-laki. Pemuda yang sukses dengan perdagangan dan pendidikannya.

Awalnya kami cuma saling like status lama kelamaan beralih saling berkirim pesan. Dalam pesan-pesan yang singkat kami pun saling rinci keadaan. Meski dia tahu aku istri dan ibu dari anak 4thn, dia tetap manis menanggapinya.

Dari situ, kami teruskan kirim pesan dengan saling berikan pin BB. Kirim foto dan berujung pada janjian adakan pertemuan.

Aku benar-benar khilaf dan terbuai suasana. Dia memang lebih ganteng dari suamiku dan tak segan-segan memberikan sepatu, seragam sekolah, seragam olah raga dan tas mahal untuk anakku. Bayangkan untuk membeli barang tsb dia rela merogoh ATM nya. Aku begitu terharu.

Itulah awal pertemuanku. Hari berikut koment-komentnya mulai sedikit genit dan nakal. Dan anehnya aku makin terhibur dengan inbok-inbok nakalnya. Mulailah setan merayapiku. Aku tak segan-segan memberi foto telanjang d4d4 permintaannya.

Malam-malam yang ada penuh bunga-bunga bangkai bertebaran. Invite BB, FB dan mention twitter begitu berani, vulgar dan menantang bir*hi. Aku gak menyangka, meski sudah beranak satu tapi masih ada perjaka yang menyukai.

Belum lagi, di profilnya dia merupakan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Jogjakarta.

Minggu itu, di pertemuan kedua, kami sudah langsung cek in hotel di kotaku, Jakarta. Sebulan dia di Jakarta membuat kami sering adakan pertemuan hingga sampai pertemuan ke delapan.

3 bulan berlalu, aku mulai hamil. Aku merasa biasa saja. Tapi kedua orang tuaku bingung dan mempermasalahkan. Pasalnya, sudah setahun suamiku kerja di pengeboran lepas pantai luar jawa. Dan sudah barang tentu tak pernah setahun ini menyentuhku.

Aku tetap bilang pada mereka, bahwa ini adalah janin suamiku. Tapi kedua orang tuaku tetap menuduhku melakukan serong. Akhirnya, suamiku pun dituntut pulang.

Tanpa basa-basi, suamiku pun cek BB dan FB ku. Aku demikian bingung dan panik. Masih ada pesan-pesan nakal ku di situ. Aku menangis sejadi-jadinya. Menyembah-nyembah, bertekuk lutut di hadapan suami dan kedua orang tua kandungku.

"Menantuku, cepat ceraikan dia, biarlah aku kehilangan anak gadis dari pada kehilangan menantu dan cucu sebaik kamu." kata ibuku.

"Dan kamu..!" ibu menudingku dengan mata berair. "Pergilah kemana kau mau, sekarang juga. Dan jangan pernah kau tampakkan wajah menjijikkanmu di hadapanku dan keluargaku."

Aku keluar rumah dengan tangisan anakku. Bahkan untuk memelukpun aku tak diizinkan.

Aku coba minta pertanggung jawaban dari lelaki itu, namun BB FB nya sudah tak aktif lagi. Ku beranikan diri datang ke Jogja kampus dimana dia kuliah. Di KABAG kemahasiswaan, ternyata tak menemukan nama yang ku maksud.

Aku tunjukkan foto wajahnya, dan ternyata tiada ditemui wajah yang seperti itu. Aku menangis sejadi-jadinya. Kandunganku sudah hampir 6 bulan. Uang saku pun menipis. Tak tahu kemana arah diuntung. Tak tahu Kemana nasib akan menuntun.

BB dan FB benar-benar memporak porandakan rumah tanggaku.
~~~~~~~

Note: Gunakanlah Facebook dan social media ala kadarnya sesuai kebutuhan dan kemanfaatan. Bila tak ada manfaaatnya, demi keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga anda, alangkah baiknya jika tinggalkan Facebook, social media, dan batasi berinteraksi dengan orang asing, apalagi yang bukan mahrom dan tidak ada hubungan kekerabatan dengan Anda.

Silahkan share demi kebahagiaan rumah tangga orang-orang terdekat anda. Wallahu’alam bishshawab. [VA/BuletinIslami]

loading...
error: Content is protected !!