Banner_Header

Bolehkah I'tikaf Hanya di Malam-Malam Ganjil Saja? (Jika Tidak Bisa Melakukan I'tikaf 10 Hari Penuh)


BuletinIslami.Com - Tidak dipungkiri bahwa sebagian orang tidak bisa melakukan I’tikaf penuh selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Baik karena berbagai kesibukan yang memang tidak bisa ditinggal misalnya pegawai. Sehingga mereka ketika memilih jadwal, lebih memfokuskan pada malam ganjil saja. Hal ini karena kemungkinan lailatul qadar turun pada malam ganjil tersebut sebagaimana hadits yang telah mashur.

Bolehkah I'tikaf Hanya di Malam-Malam Ganjil Saja?
Foto: I'tikaf

Dari A’isyah radhiallahu ‘anha berkata, “Adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf disepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda,

تحروا (و في روية: التمسوا) ليلة لقدر في (الوتر من) العشر الأواخر من رمضان

“Carilah malam lailatul qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari IV/220, Muslim no. 1169)

Boleh jika memang ada kesibukan yang tidak bisa ditinggal


Syaikh Shalih Al Munajjid ditanya, “Apakah boleh jika saya i’tikaf pada hari ganjil bulan Ramadhan karena saya tidak bisa i’tikaf sempurna 10 malam terakhir? Saya baru saja menikah dan istri saya tinggal sendiri dirumah”.

Beliau menjawab, “Yang lebih afdhal i’tikaf pada 10 malam terakhr seluruhnya karena meneladani Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Jika tidak mungkin i’tikaf pada 10 malam terakhir dan membatasi pada beberapa hari saja maka tidak mengapa. Imam Al Bukhari meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu bernazdar untuk beri’tikaf semalam di masjid haram. Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan aar ia menunaikan nadzarnya. Maka ini adalah dalil bolehnya i’tikaf walau hanya semalam saja” (Sumber: http://islamqa.info/ar/93998).

Dan pendapat terkuat bahwa tidak ada batasan lama waktu i’tikaf, baik sebentara saja atau lama. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata, “I’tikaf adalah tinggal di masjid dalam rangka ketaatan kepada Allah Ta’ala, baik itu lama maupun sebentar saja. Karena tidak ada –yang saya tahu- dalil yang membatasinya baik sehari atau dua hari atau lebih dari itu” (Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/639).

Demikian semoga bermanfaat dan dapat menambah amal ibadah kita di bulan penuh berkah ini.



Penyusun: dr. Raehanul Bahraen dibagikan ulang dari Muslim.or.id

Baca juga artikel Panduan Lengkap dan Tata Cara I'tikaf Ramadhan yang sesuai sunnah.

loading...
error: Content is protected !!