Banner_Header

Cara Menghitung Zakat Maal (Harta Kekayaan) dan Rumus Menghitung Nishab Secara Sederhana

BuletinIslami.Com - Cara Menghitung Zakat Maal Secara Sederhana, Seorang muslim yang memiliki kemampuan ekonomi atau memiliki harta kekayaan maka wajib membayar zakat dengan mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki kepada orang-orang yang berhak menerimanya baik melalui Badan Amil Zakat maupun didistribusikan sendiri secara langsung. Hukum zakat adalah wajib apabila telah mencapai batas minimal dikeluarkan zakat (nishab) dan telah dimiliki (mengendap) selama satu tahun (haul).

Cara Menghitung Zakat Maal (Harta Kekayaan) dan Rumus Menghitung Nishab Secara Sederhana
Cara Menghitung Zakat Maal dengan Nishab Emas dan Perak

Makna nishab di sini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai ukuran tersebut. Orang yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,
“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (Qs. Al Baqarah: 219)

Syarat Zakat Maal:

  1. Memenuhi Nishab (batas terendah jumlah harta yang wajib dizakati sesuai ketentuan syar'i)
  2. Haul atau telah mengendap selama 1 tahun (kecuali zakat pertanian dan buah-buahan)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al AlBani)

1. Perhitungan Zakat Maal Dengan Nishab Emas


Dalil nishab ini adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatupun – yaitu dalam emas – sampai memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul, maka terdapat padanya zakat ½ dinar. Selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada harta, kecuali setelah satu haul.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi)

Nishab emas adalah 20 mitsqol / 20 dinar. Adapun 1 dinar adalah 4,25 gr emas. Jadi 20 x 4,25 gr = 85 gram emas murni (24 karat).

Dari nishab tersebut, diambil 2,5% atau 1/40. Dan jika lebih dari nishab dan belum sampai pada ukuran kelipatannya, maka diambil dan diikutkan dengan nishab awal. Demikian menurut pendapat yang paling kuat.

Misal harga emas saat ini adalah Rp. 500.000 per gram maka 85 x 500rb = Rp.42,5jt
Maka, barangsiapa yang mempunyai harta kekayaan minimal senilai 42,5jt dan telah bertahan selama 1 tahun, maka dia wajib mengeluarkan zakat senilai (2,5% x Rp.42,5jt) = Rp.1.062.500,-


2. Perhitungan Zakat Maal Dengan Nishab Perak


Nishab perak adalah 200 dirham atau 5 uqiyah perak. Sedangkan 1 dirham setara dengan 2,975 gr perak, Jadi 200 x 2,975 = 595 gr perak murni, dan diambil darinya 2,5%  atau 1/40 dengan perhitungan sama dengan emas. (Syarhul Mumti’ 6/104).

Misal harga perak saat ini adalah Rp. 6.000,- per gram, maka nishob perak adalah Rp.6.000 x 595 gr = Rp.3.570.000

Maka, barangsiapa yang mempunyai harta senilai Rp.3,57jt dan sudah bertahan selama setahun, maka wajib baginya mengeluarkan zakatnya senilai (2,5% x Rp.3,5jt) = Rp.89.250,-


Nishob Mana Yang Dipakai, Bagaimana Menentukannya?


Dalam menghitung nishab terjadi perbedaan pendapat. Yaitu pada masalah, apakah yang dilihat nishab selama setahun ataukah hanya dilihat pada awal dan akhir tahun saja?

Imam Nawawi berkata, “Menurut mazhab kami (Syafi’i), mazhab Malik, Ahmad, dan jumhur, adalah disyaratkan pada harta yang wajib dikeluarkan zakatnya – dan (dalam mengeluarkan zakatnya) berpedoman pada hitungan haul, seperti: emas, perak, dan binatang ternak- keberadaan nishab pada semua haul (selama setahun). Sehingga, kalau nishab tersebut berkurang pada satu ketika dari haul, maka terputuslah hitungan haul. Dan kalau sempurna lagi setelah itu, maka dimulai perhitungannya lagi, ketika sempurna nishab tersebut.” (Fiqh as-Sunnah 1/468).

Inilah pendapat yang rajih (paling kuat -ed) insya Allah. Misalnya nishab tercapai pada bulan Muharram 1423 H, lalu bulan Rajab pada tahun itu ternyata hartanya berkurang dari nishabnya. Maka terhapuslah perhitungan nishabnya. Kemudian pada bulan Ramadhan (pada tahun itu juga) hartanya bertambah hingga mencapai nishab, maka dimulai lagi perhitungan pertama dari bulan Ramadhan tersebut. Demikian seterusnya sampai mencapai satu tahun sempurna, lalu dikeluarkannya zakatnya.

Dalam penentuan nishab mana yang harus dipakai juga terdapat perbedaan pendapat antara para ulama. Ada yg memilih nishob perak agar lebih bermanfaat untuk fakir miskin, namun ada yang menganjurkan memakai nishob emas agar tidak memberatkan muzakki.

--

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman;

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya, (lalu dikatakan) kepada mereka: Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (Qs. At Taubah: 34-35)

Demikian tulisan singkat tentang Cara Mudah Menghitung Zakat Maal ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Referensi
  • Ustadz Hanif Bin Hasyim (Dewan Pembina Yayasan Peduli Muslim)
  • Ustadz Firanda Andirja, M.A.
  • Muslim.Or.Id
Wallohu a'lam bis showab.

BACA JUGA! : Panduan Ringkas Zakat Fitrah
loading...
error: Content is protected !!