Banner_Header

MASYA ALLAH! Inilah 5 Hal Biasa Yang Tidak Bisa Dilakukan Oleh Wanita Arab Saudi, Kenapa Ya?

BuletinIslami.Com - Negara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi mempunyai satu persamaan yang mendasar, yaitu bahwa keduanya mempunyai penduduk yang mayoritas beragama Islam. Tetapi ada pula satu hal mendasar yang membedakan yaitu Arab Saudi menganut hukum berdasarkan syari'at Islam yang ketat meskipun belum 100% sedangkan Indonesia tidak menganut hukum Islam.

Karena hukum yang dianut Arab Saudi dan Indonesia berbeda, maka perlakuan terhadap wanita juga berbeda pula. Lain dengan di Indonesia, peran seorang wanita Arab Saudi dalam kehidupan sosial diatur sesuai ketentuan Islam yang ketat. Konsekuensi dari hal tersebut, ada beberapa aktivitas biasa yang tidak bisa dilakukan oleh wanita Arab Saudi, diantaranya:

1. Bepergian (Keluar Rumah) Sendirian

Wanita Saudi Arabia dilarang bepergian keluar rumah sendirian
Foto: Ilustrai Wanita di Saudi Arabia

Di Arab Saudi, seorang wanita tidak boleh pergi keluar rumah sendirian tanpa izin tertulis dari seorang laki-laki di keluarganya. Larangan ini baru dicabut saat wanita tersebut berusia 45 tahun. Di bawah usia itu, tanpa surat izin para wanita Arab Saudi hanya boleh pergi keluar bersama suami atau ayahnya. Selain itu, semua pendatang wanita apakah itu dalam rangka ibadah, bekerja, berbisnis atau hanya transit seperti pramugari maskapai penerbangan internasional yang memasuki bandara Arab Saudi harus dijemput oleh suami, keluarga pria atau sponsornya yang bertanggung jawab selama mereka di arab saudi.

Selain itu, ketika bepergian keluar rumah seorang wanita diharuskan menutup rambut dan memakai ‘abaya’, pakaian hitam yang menutup mulai ujung tangan hingga ujung kaki. Menutup muka meskipun disarankan tetapi tidak diwajibkan bagi para pendatang atau bukan wanita pribumi Saudi Arabia.

2. Mengenakan Baju atau Kosmetik Yang Menonjolkan Kecantikan


Pakaian wanita Arab Saudi termasuk hal yang diatur berdasarkan hukum Islam dan diterapkan di seluruh Kerajaan, namun demikian tidak sama ketat di semua tempat misalnya pakaian yang dipakai wanita Saudi di kota Riyadh dan Mekah akan berbeda.

Sebagian besar perempuan diharuskan mengenakan 'abaya. Wajah tidak sepenuhnya harus ditutupi, tapi ada juga yang mewajibkan untuk menutup wajah. Jika terjadi pelanggaran tidak segan-segan polisi agama (Askar) menegur wanita karena mengenakan pakaian yang salah atau menggunakan terlalu banyak kosmetik. Alasan pelarangan ini sangat jelas, untuk menghindari terjadinya fitnah terhadap lawan jenis. (BACA: Inilah Kriteria dan Syarat Pakaian Syar'i yang WAJIB Diketahui oleh Setiap Wanita Muslimah)

3. Menyetir Mobil

Wanita di Arab Saudi dilarang menyetir mobil sendirian
Foto: Wanita Saudi Sedang Menumpang Taksi

Wanita Arab Saudi tidak boleh menyetir mobil kecuali di area pribadi atau di tempat-tempat terpencil. Alasan dari peraturan ini adalah agar para wanita tidak suka keluyuran keluar rumah dan berinteraksi dengan para pria asing di luar. Jika tidak ada keluarga pria yang bisa mengantar mereka keluar rumah atau pergi berbelanja kebutuhan sehari-hari keluarganya, maka mereka harus menyewa sopir pribadi.

4. Menonton Bioskop

Wanita di Arab Saudi tidak bisa menonton bioskop karena tidak ada bioskop! Peraturan di Arab Saudi melarang pembangunan gedung bioskop kecuali di rumah pribadi mereka agar pria dan wanita yang bukan mahramnya tidak bercampur baur sehingga mencegah perbuatan terlarang sebelum menikah. Para wanita Arab Saudi yang ekonominya menengah ke atas bisa pergi ke negara tetangga terdekat yaitu Bahrain, mereka dan keluarganya harus menyeberang perbatasan apabila ingin menonton bioskop.

5. Merayakan Valentine’s Day

Foto: Seorang Pria Saudi Membeli Bunga Mawar Untuk Istrinya

Setiap tanggal 14 Februari, Anda tidak akan bisa membeli bunga berwarna merah di toko-toko bunga di Arab Saudi. Mengapa demikian? Karena setiap tanggal yang di berbagai belahan dunia diperingati sebagai Valentine’s Day tersebut semua flower shop dan gift shop dilarang menjual pernak-pernik Valentine’s Day, seperti bunga berwarna merah, kartu ucapan, atau hadiah berbentuk hati. Jika melanggar maka toko tersebut akan ditutup.

Larangan ini tidak hanya terbatas pada para pemilik toko namun juga kepada para wanita di sana. Semua wanita dilarang menggunakan hiasan atau pernak-pernik pakaian yang berwarna merah, seperti syal, pakaian, jaket, dll. Jika ketahuan polisi mereka akan ditangkap dan diantar pulang dan di serahkan kepada orang tuanya. (BACA: Anak yang Tak Merayakan Valentine Berarti Menyelamatkan Orangtuanya dari Azab Akhirat)

Nah, seperti itulah gambaran kecil kehidupan wanita Arab Saudi. Hal ini dilakukan oleh Kerajaan bukan untuk membatasi atau mengekang hak-hak kaum wanita, namun semata-mata untuk kebaikan para wanita itu sendiri. Karena di dalam Islam pun, wanita memiliki porsi dan tempat khusus dalam pergaulan sosial. [DB/BuletinIslami.Com]
loading...
error: Content is protected !!