Banner_Header

Tahukah Anda? Ternyata Mengikuti Kebanyakan Orang, Bukanlah Tolok Ukur Suatu Kebenaran dalam Beragama

BuletinIslami.Com - Mengikuti mayoritas (kebanyakan) orang bukanlah merupakan tolak ukur suatu kebenaran dalam beragama. Sering kita menjumpai di lingkungan masyarakat bahwa masih banyak orang yang melakukan suatu amalan ibadah dalam beragama semata-mata hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang di lingkungan tersebut.

Hanya dikarenakan mayoritas masyarakat melakukan suatu bentuk amalan kita pun terkadang ikut-ikutan melakukannya karena menganggap hal itulah yang "benar", tanpa mengetahui terlebih dahulu hakekat kebenaran berdasarkan ilmu syar'i. Lantas, Apakah Mengikuti Kebanyakan Orang adalah Tolok Ukur Suatu Kebenaran dalam Beragama?

Mengikuti Kebanyakan Orang, Bukanlah Tolok Ukur Suatu Kebenaran dalam Beragama
Banyak Belum Tentu Benar
Menjawab pertanyaan tersebut, Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata:
“Orang yang berakal sehat jangan tertipu dengan kebanyakan manusia, karena kebenaran tidak ditentukan karena banyak orang yang berbuat, akan tetapi kebenaran adalah syariat Allah azza wa jalla yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [Majmu' Fatawa wa Maqolat Ibnu Baz: 1/231]

Nabi shalallahu'alaihi wassalam bersabda,

"Sesungguhnya agama ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (golongan), tujuh puluh dua tempatnya di dalam Neraka dan satu tempatnya di dalam Surga, yaitu ‘al-Jama'ah." (Shahih Sunan Abi Dawud oleh Imam al-Albani). (HR. Abu Dawud no. 4597, Ahmat (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimi (II/241). Dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Dishahihkan pula oleh Syaikh al-Albani. Lihat Silsilatul Ahadadiitsish Shahiihah no. 203.204).
Mengikuti Kebanyakan Orang, Bukanlah Tolok Ukur Suatu Kebenaran dalam Beragama
Karena, Kebanyakan Manusia Itu....

Seorang Sahabat yang mulia bernama ‘Abullah bin Mas'ud radhiallahu'anha berkata,

"Al-Jama'ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian." (Diriwayatkan oleh al-Lalika-i dalam kitabnya, Syarah Ushul I'tiqaad Ahlis Sunnah walJama'ah). (Syarah Ushuulil I'tiqaad karya al-Lalika-i no. 160 dan al-Baa'its ‘alaa Inkaaril Bida' wal Hawaadits hal. 91-92, tahqiq oleh Syaikh Masyhur bin Hasan Salman).

Sumber: Fanspage Hadis Shahih

Wallahu a'lam bishawab

Semoga bermanfaat.
loading...
error: Content is protected !!