Banner_Header

Lima Perkara Agama yang Paling Penting untuk Diajarkan kepada Anak


BuletinIslami.Com, Lima Perkara Agama yang Paling Penting untuk Diajarkan kepada Anak - Tidak diragukan lagi, bahwasanya anak merupakan salah satu perhiasan dunia yang terindah. Rasa penat bekerja seharian seakan lenyap tak berbekas, saat pulang ke rumah bercengkerama dan bersenda gurau dengan anak-anak. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.” (QS. Al-Kahfi: 46)

Dengan demikian, hendaknya kita bersungguh-sungguh dan bekerja keras dalam mendidik anak-anak kita, diantaranya ialah dengan mengajarkan kepada mereka perkara-perkara penting yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Lima Perkara Agama yang Paling Penting untuk Diajarkan kepada Anak
Ilustrasi

Di antara perkara agama yang paling penting untuk diajarkan kepada mereka adalah :

1. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya


Hendaknya orang tua mengajarkan anaknya untuk cinta kepada Rabb-nya, yang telah menciptakannya, dan mencintai Nabi yang diutus kepadanya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya,

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. al-Baqarah: 165). 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga perkara, barangsiapa yang ada padanya perkara-perkara tersebut, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman : (1) Allah dan rasul-Nya lebih dia cintai dari selain keduanya, (2) tidaklah dia mencintai seseorang, kecuali karena Allah, … ” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Konsekuensi mencintai Allah dan rasul-Nya, ialah mentaati keduanya, dan mengikuti apa yang dibawa oleh rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman yang artinya,

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imron: 31)

2. Mengajarkan Sunnah, dan Mendidiknya di atas Sunnah


Wajib bagi orang tua untuk mengajarkan sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada anaknya. Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk mengikuti sunnah tersebut, dalam firman-Nya yang artinya,

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. al-Hasyr: 7). 

Di samping itu, hendaknya orang tua juga menanamkan kebencian kepada bid’ah, karena bid’ah merupakan lawan dari sunnah, dan itu merupakan sejelek-jelek perkara.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan, dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan di neraka.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan selainnya, shahih)

3. Pengajaran Shalat


Berkenaan dengan shalat, secara khusus Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaahaa: 132). 

Apabila anak telah mencapai usia 7 tahun, wajib bagi orang tua untuk memerintahkannya agar mengerjakan shalat. Dan ketika anak telah mencapai 10 tahun, orang tua diperbolehkan untuk memukulnya (dengan pukulan yang mendidik, bukan pukulan di kepala atau dengan niat untuk menyakiti); bahkan diwajibkan, sesuai dengan dhohir sabda Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Perintahkan anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berumur tujuh tahun. Dan pukullah mereka bila tidak mau shalat pada usia sepuluh tahun … ” (HR. Abu Dawud, shahih)

4. Pendidikan Akhlak yang Baik


Akhlak yang baik merupakan faktor utama yang dapat menyelamatkan seseorang dari api Neraka, karena ia memberatkan timbangan kebaikan seseorang di akhirat kelak. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada suatu amalan pun, yang lebih berat pada timbangan seorang hamba, daripada akhlak yang baik.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan selainnya, shahih). 

Maka, hendaklah orang tua mengajarkan akhlak-akhlak yang baik kepada anaknya, seperti : berbakti kepada kedua orang tua, menahan diri dari mengganggu dan menyakiti, menyebarkan salam, menjaga lisan, dan lain-lain.

5. Pengajaran al-Quran, dan ilmu agama


Mempelajari al-Quran termasuk sebaik-baik perkara. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sebaik-baik kalian ialah yang belajar al-Quran, dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). 

Dan, tidak samar lagi akan keutamaan belajar ilmu agama. Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya di antara jalan menuju surga. Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda ridho pada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang berilmu dimintakan ampun oleh setiap penduduk langit dan bumi, sampai pun ikan yang berada dalam air. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibanding ahli ibadah adalah seperti perbandingan bulan di malam badar dari bintang-bintang lainnya. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya Nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula dirham. Barangsiapa yang mengambilnya, maka sungguh ia telah mendapatkan keberuntungan yang besar.” (HR. Abu Daud, shahih). 

Oleh karena itu, hendaklah orang tua bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mengajarkan al-Quran dan ilmu-ilmu agama lainnya kepada anaknya sendiri. (disarikan dari Kado Untuk si Buah Hati, hal. 130 – 144, dengan banyak perubahan)

Demikian artikel mengenai 5 Hal Penting untuk Diajarkan Kepada Anak semoga bisa menambah wawasan untuk para orang tua, dan semoga Allah senantiasa menjaga kita dan anak-cucu kita, hingga akhir hayat nanti, Allaahumma Aamiin.

Wallahu a'lam bishawab

Penulis : Prasetyo, S. Kom. (Alumni Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)
Muroja’ah : Ust. Abu Salman, BIS
Sumber : Buletin At Tauhid

loading...
error: Content is protected !!