Banner_Header

Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawwal, Seperti Puasa Setahun Penuh

BuletinIslami.Com - Keutamaan Puasa Syawwal, Bulan Syawal adalah bulan kesepuluh di antara bulan-bulan qamariyah (hijriyah). Datang setelah bulan Ramadhan yang diwajibkan padanya berpuasa bagi kaum muslimin, maka dengan datangnya awal bulan Syawal ini mereka merayakan kemenangan di hari ‘iedul fithri dengan menunaikan shalat ‘ied yang diiringi dengan mau’izhah dari para khatib. Dan pada bulan ini, tentunya setelah hari ‘iedul fithri, dianjurkan berpuasa enam hari dari hari-hari bulan ini, sehingga seseorang yang mengiringi puasa Ramadhannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka seolah-olah dia berpuasa setahun penuh.

Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawwal, Seperti Puasa Setahun Penuh
Puasa Ramadhan + Puasa Syawal = Puasa Setahun Penuh

Sebagaimana yang telah kita ketahui, Puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar yaitu mendapat pahala puasa setahun penuh. Namun bagaimanakah tata cara melakukan puasa Syawal?

Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawwal


Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal, yang ini termasuk karunia agung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, dengan kemudahan mendapatkan pahala puasa setahun penuh tanpa adanya kesulitan yang berarti. (Ahaadiitsush Shiyaam, Ahkaamun wa Aadaab hal. 157)

Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:

Pahala perbuatan baik akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali, karena puasa Ramadhan ditambah puasa enam hari di bulan Syawwal menjadi tiga puluh enam hari, pahalanya dilipatgandakan sepuluh kali menjadi tiga ratus enam puluh hari, yaitu sama dengan satu tahun penuh (tahun Hijriyah). (Bahjatun Naazhirin 2/385)

Keutamaan ini adalah bagi orang yang telah menyempurnakan puasa Ramadhan sebulan penuh dan telah mengqadha/membayar (utang puasa Ramadhan) jika ada, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Barangsiapa yang (telah) berpuasa (di bulan) Ramadhan…”, maka bagi yang mempunyai utang puasa Ramadhan diharuskan menunaikan/membayar utang puasanya dulu, kemudian baru berpuasa Syawwal. (syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam asy Syarhul Mumti’ 3/100)

Meskipun demikian, barangsiapa yang berpuasa Syawwal sebelum membayar utang puasa Ramadhan, maka puasanya sah, tinggal kewajibannya membayar utang puasa Ramadhan.

Lebih utama jika puasa enam hari ini dilakukan berturut-turut, karena termasuk bersegera dalam kebaikan, meskipun dibolehkan tidak berturut-turut.

Lebih utama jika puasa ini dilakukan segera setelah hari raya Idhul Fithri, karena termasuk bersegera dalam kebaikan, menunjukkan kecintaan kepada ibadah puasa serta tidak bosan mengerjakannya, dan supaya nantinya tidak timbul halangan untuk mengerjakannya jika ditunda.

Selain keutamaan di atas, melakukan puasa Syawwal menunjukkan kecintaan seorang muslim kepada ibadah puasa dan bahwa ibadah ini tidak memberatkan dan membosankan, dan ini merupakan pertanda kesempurnaan imannya.

Ibadah-ibadah sunnah merupakan penyempurna kekurangan ibadah-ibadah yang wajib, sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits yang shahih.

Tanda diterimanya suatu amal ibadah oleh Allah, adalah dengan giat melakukan amal ibadah lain setelahnya.

...

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, MA.
Sumber : www.muslim.or.id
loading...
error: Content is protected !!