Banner_Header

Tanda-Tanda Lailatul Qadar Pada Malam Harinya dan Esok Paginya

BuletinIslami.Com - Hampir setiap muslim pasti sudah mengetahui keutamaan malam Lailatul Qadar. Namun, kapan malam tersebut datang? Lalu adakah tanda-tanda dari malam Lailatul Qadar tersebut? Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk mendapatkan malam yang keutamaannya lebih baik dari 1000 bulan.

Syaikh Al-Allamah Muhammad Shalih Al-Utsaimin rahimahullah — dalam syarah beliau terhadap kitab Zadul Mustaqni’– memberikan penjelasan tentang tanda-tanda turunnya lailatul qadar. Berikut ini penjelasan tersebut.

Tanda-Tanda Lailatul Qadar Pada Malamnya dan Esok Paginya
Tanda-Tanda Diturunkannya Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar memiliki tanda-tanda yang terjadi beriringan dengan malam tersebut dan tanda-tanda yang terjadi setelah malam lailatul qadar berlalu.

Adapun tanda-tanda yang terjadi beriringan dengan malam lailatu qadar adalah:

1. Adanya sinar dan cahaya yang kuat di malam itu. Tanda ini terjadi pada saat malam lailatul qadar. Seseorang tidak akan merasakan tanda ini kecuali jika dia berada di daratan yang jauh dari cahaya (lampu).

2. Adanya ketenangan, yaitu ketenangan hati, lapang dada seorang mukmin. Dia menemukan ketenteraman, ketenangan, dan kelapangan dada pada malam itu lebih banyak dari malam-malam yang lain.

3. Angin malam bertiup tenang (menurut pendapat sebagian ahlul ilmi) , yaitu tidak kencang dan tidak bersuara, bahkan udara saat itu terasa segar.

Berdasarkan hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إني كنت أُريت ليلة القدر ثم نسيتها ، وهي في العشر الأواخر ، وهي طَلقة بَلْجة لا حارة ولا باردة ، كأن فيها قمرًا يَفضح كواكبها ، لا يخرج شيطانها حتى يخرج فَجْرَها

“Sesungguhnya lailatul qadar pernah diperlihatkan kepadaku. Namun aku dibuat lupa kepadanya. Malam tersebut jatuh pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Malamnya bercahaya lagi sejuk. Tidak panas tidak pula dingin. Seakan-akan di malam itu ada bulan yang menyingkap (cahaya) bintang. Setan-setan tidak keluar hingga terbit fajar.” (HR. Ibnu Khuzaimah, no. 2190 dan Ibnu Hibban, no. 3688)

4. Shalat malam yang dilakukan seorang hamba pada malam itu terasa lebih nikmat dan lebih semangat dibandingkan shalat yang dilakukan pada malam-malam yang lain.

5. Adapun tanda yang terjadi setelah malam lailatul qadar berlalu di antaranya adalah pada pagi harinya, matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan. Tidak seperti kebiasaan sinar matahari pada hari-hari yang lain.

Berdasarkan hadits Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi kabar kepada kami,

انها تطلع يومئذ لا شعاع لها

‘Matahari terbit di pagi hari tanpa sorot yang menyilaukan.'” (HR. Muslim, no. 762)

Referensi: Asy-Syarhul Mumti’ ala Zaadil Mustaqni’, 6:498, Muhammad Shalih Al-Utsaimin, Muassasah Asam, Riyadh.

***

Sumber : WanitaSalihah.Com
loading...
error: Content is protected !!