Banner_Header

Muslimah Berhati-hatilah, Tanpa Sadar Kamu Bisa Terjerumus Menjadi Wanita Pezina! Kok Bisa?!

BuletinIslami.Com - Menjadi Wanita Pezina Tanpa Sadar, Wanita dan Parfum adalah suatu hal yang sulit dipisahkan di zaman modern ini. Bahkan bisnis farfum adalah bisnis yang cukup menggiurkan dengan konsumen utama wanita. Berbagai iklan farfum dan minyak wangi untuk wanita sudah sangat banyak, bahkan dalam iklan tersebut tujuannya adalah agar memikat laki-laki, dalam banyak adegan iklan dimana wanita dengan farfum wangi nan semerbak, kemudian wanginya menyebar di antara laki-laki kemudian laki-laki menjadi tergila-gila dan mengikuti wanita tersebut.

Muslimah Berhati-hatilah! Terjerumus Menjadi Wanita Pezina Tanpa Sadar?!
Bolehkah Muslimah Menggunakan Parfum?
Bisa kita lihat para wanita muslimah sudah biasa keluar dengan minyak wangi yang wangi semerbak bahkan ada yang dari jarak beberapa meter sudah tercium wanginya. Banyak yang TIDAK SADAR, karena perbuatan seperti ini, mereka dikatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pezina.

Sekali lagi bukan siapa-siapa yang mengatakan hal ini, akan tetapi yang mengatakannya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits shahih, beliau bersabda,
“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur/pezina.” [HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shahih]

Al-Munawi rahimahullah berkata,
“Wanita jika memakai Parfum kemudian melewati majelis (sekumpulan) laki-laki maka ia bisa membangkitkan syahwat laki-laki dan mendorong mereka untuk melihat kepadanya. Setiap yang melihat kepadanya maka matanya telah berzina. Wanita tersebut mendapat dosa karena memancing pandangan kepadanya dan membuat hati laki-laki tidak tenang. Jadi, ia adalah sebab zina mata dan ia termasuk pezina.” [Faidhul Qadir 5/27, Mkatabah At-Tijariyah, cet. 1, 1356 H, syamilah]

Dan Islam memang tegas dalam hal ini mengingat sangat besarnya fitnah wanita terhadap laki-laki. Bahkan jika sudah terlanjur memakai parfum kemudian hendak ke masjid maka ia diperintahkan mandi agar tidak tercium bau semerbaknya. Padahal tujuan ke masjid adalah untuk beribadah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi.” [Hadits riwayat Ahmad, 2/444; syaikh Al-Albani menshahihkannya dalan Shahihul Jami’ no.2703]

Fitnah wanita yang dahsyat

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata,
“sebab dari larangan adalah jelas yaitu hal tersebut bisa membangkitkan syahwat laki-laki. Para ulama menyamakan hal ini dengan memakai pakaian dan perhiasan yang bagus (untuk menarik laki-laki non-mahram) karena pezina yang fajirah juga demikian, demikan juga ikhtilath (bercampur baur laki-laki dan wanita) untuk tujuan tersebut.” [Fahul Baari 2/279]

Memang laki-laki mudah sekali terpancing syahwatnya terutama para pemuda, dan jika sudah demikian bisa jadi mereka hilang konsentrasi ataupun lalai akan agamanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menghilangkankan akal laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita.” [HR. Bukhari no. 304]

Jangan heran, karena memang wanita adalah fitnah terbesar laki-laki.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki yaitu (fitnah) wanita.” [HR. Bukhari no.5096 dan Muslim no.7122]

Adakah Parfum yang Boleh Bagi Wanita?


Akan tetapi bukan berarti wanita tidak boleh memakai wewangian sama sekali atau dibiarkan bau. Perhatikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wewangian seorang laki-laki adalah yang tidak jelas warnanya tapi nampak bau harumnya. Sedangkan wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak.” [HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman no.7564 dll, hasan. Lihat Fiqh Sunnah lin Nisa’, hal. 387]

Maka jika parfum dengan wangi sedikit/samar atau untuk sekedar menetralkan bau, seperti deodorant maka boleh. Dan jika untuk suami maka silakan berwangi seharum mungkin. Dan perlu diperhatikan bahwa parfum wanita warnanya jelas.

Al-Munawi rahimahullah berkata,
“maksud dari, “wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak.”, ulama berkata: ini bagi wanita yang hendak keluar dari rumahnya jika tidak ia bisa memakai parfum sekehendak hatinya.”[Syarh Asy-Syamaa’il 2/5]

Demikian semoga bermanfaat,

@Pogung Dalangan, Yogyakarta, 21 Feb 2014
Penulis : Ustadz dr. Raehanul Bahraen hafidzahullah
loading...
error: Content is protected !!