Banner_Header

Doamu Tak Kunjung Terkabulkan? Jangan-Jangan 4 Penghalang Terkabulnya Doa Ini Masih Kamu Kerjakan

BuletinIslami.Com - Penyebab Do'a Yang Tidak Kunjung Terkabul, Banyak orang yang berdo'a hingga berlangsung sekian waktu lamanya namun tidak juga nampak tanda-tanda do'anya dikabulkan. Akan tetapi ada juga yang baru beberapa waktu saja do'anya sudah diijabahi oleh Allah. Padahal keduanya sama-sama berdo'a hanya kepada Allah, lantas apakah penyebab do'a yang tidak kunjung terkabul?

Tanpa disadari terkadang kita berdo'a masih diiringi melakukan perbuatan yang menyebabkan do'a ditolak dan tidak dikabulkan, karena ketidaktahuan kita tentang syarat-syarat do'a, padahal apabila tidak terpenuhi salah satu syarat tersebut, maka do'a tersebut tidak dikabulkan.

Ketahui 4 Penghalang Terkabulnya Doa
Ilustrasi: Penghalang Terkabulnya Doa

Ketahuilah sahabat ada beberapa hal yang bisa menjadi penghalang terkabulnya do'a seseorang, di antaranya adalah:

1. Harta, Pakaian, dan Makanan Yang Haram Menghalangi Terkabulnya Do'a

Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam menceritakan keadaan seseorang yang melakukan safar panjang, rambutnya kusut, kemudian ia berdo'a, menengadahkan tangan ke langit dan berkata: Wahai Rabbku, wahai Rabbku. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi asupan gizi dari yang haram, maka bagaimana bisa diterima do'anya?!

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan :

“Artinya : Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdo'a : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana do'anya bisa terkabulkan.?” [Shahih Muslim, kitab Zakat bab Qabulus Sadaqah 3/85-86].

Imam An-Nawawi berkata bahwa yang dimaksud lama bepergian dalam rangka beribadah kepada Allah seperti haji, ziarah, bersilaturrahmi dan yang lainnya.

Pada zaman sekarang ini berapa banyak orang yang mengkonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang haram baik dari harta riba, perjudian atau harta suap yang yang lainnya. [Syarh Shahih Muslim 7/100].


2. Hati Yang Lalai dan Tidak Yakin Dalam Berdo'a

Dari Abdullah bin Amr bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Hati itu laksana wadah dan sebahagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya, maka apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan do'a dari hati yang lalai”. [Musnad Ahmad 2/177, Mundziri dalam kitab Targhib 2/478, Al-Haitsami dalam Majma Zawaid 10/148]

Yang dimaksud dengan sabda Nabi : “dari hati yang lalai” adalah hati yang berpaling dari Allah atau berpaling dari yang dimintanya. [Mir’atul Mafatih 7/360-361]

3. Tergesa-gesa Dalam Menunggu Terkabulnya Do'a

Do'a kita pasti akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa dalam berdo'a ataupun selama menunggu terkabulnya do'a tersebut dengan ucapan semisal, 'Aku telah berdo'a tapi tidak dikabulkan'.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

“Artinya : Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu, selagi tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan : Saya telah berdo'a tetapi belum dikabulkan”. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/153. Shahih Muslim, kitab Do’a wa Dzikir
8/87]

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata : Yang dimaksud dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Saya berdo'a tetapi tidak dikabulkan”, Ibnu Baththaal berkata bahwa seseorang bosan berdo'a lalu meninggalkannya, seakan-akan mengungkit-ungkit dalam do'anya atau mungkin dia berdo'a dengan baik sesuai dengan syaratnya, tetapi bersikap bakhil dalam do'anya dan menyangka Alllah tidak mampu mengabulkan do'anya, padahal Dia dzat Yang Maha Mengabulkan do'a dan tidak pernah habis pemberian-Nya. [Fathul Bari 11/145].

4. Do'anya Mengandung Dosa atau Memutuskan Silaturrahmi

Dari Abu Said bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Apabila seorang muslim berdo'a dan tidak memohon suatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan diakabulkan oleh Allah salah satu dari tiga ; Akan dikabulkan do'anya atau ditunda untuk simpanan di akhirat atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya”.[Musnad Ahmad 3/18. Imam Al-Mundziri mengatakannya Jayyid (bagus) Targhib 2/478].

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud “tidak berdo'a untuk suatu yang berdosa” artinya berdo'a untuk kemaksiatan suatu contoh : “Ya Allah takdirkan aku untuk bisa membunuh si fulan”, sementara si fulan itu tidak berhak dibunuh atau “Ya Allah berilah aku rizki untuk bisa minum khamer” atau “Ya Allah pertemukanlah aku dengan seorang wanita untuk berzina”.

Atau berdo'a untuk memutuskan silaturrahmi suatu contoh : “Ya Allah jauhkanlah aku dari bapak dan ibuku serta saudaraku” atau do'a semisalnya. Do'a tersebut pengkhususan terhadap yang umum. Imam Al-Jazri berkata bahwa memutuskan silaturahmi bisa berupa tidak saling menyapa, saling menghalangi dan tidak berbuat baik dengan semua kerabat dan keluarga.

Setelah mengetahui apa saja yang menjadi penghalang atau penghambat dikabulkannya do'a, mulai sekarang perbaiki niat dan cara kita berdo'a. Kenapa selama ini do'a sahabat belum kunjung dikabulkan, mungkin masih ada salah satu dari penghalang-penghalang di atas yang tanpa sadar masih dikerjakan. [VA/BuletinIslami.Com]

Sumber: Al-Manhaj

Silakan SHARE jika dirasa bermanfaat :)

Sesungghunya mencari pahala itu mudah, hanya dengan menunjukkan kebaikan kepada orang lain maka kita akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukan kebaikan tersebut.

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).
loading...
error: Content is protected !!