Banner_Header

MASYAALLAH... Merasa Damai Dengar Suara Azan, Satu Keluarga di Depok Putuskan Jadi Mualaf


BuletinIslami.Com - Masuk Islam Karena Suara Azan, Memang benar hidayah taufiq itu hanyalah milik Allah, seperti halnya perkara azan, panggilan shalat bagi umat Islam ini ternyata bisa menjadi perantara hidayah lho. Meskipun bagi orang kafir dan munafik mereka akan merasa terusik dengan suara azan, namun ada juga diantara mereka yang merasa hatinya tenteram dan mendapatkan hidayah lantaran suara azan. Seperti kisah mualaf satu keluarga di Kota Depok, Jawa Barat ini.

MASYAALLAH... Merasa Damai Dengar Suara Azan, Satu Keluarga di Depok Putuskan Jadi Mualaf
Foto Keluarga Mualaf Saat Ikrar Syahadat
Ika Sri Wahyuni tidak kuasa menahan rasa haru ketika mendengar suaminya, Edward Mayer Napitupulu (34), melafalkan dua kalimat syahadat. Keputusan untuk memeluk agama Islam didapat Ika dan keluarganya setelah melalui proses pencarian yang cukup panjang.

Selain Ika dan Edward, satu anak mereka yaitu Anggiat Lamganda Hasonangan Napitupulu (8) juga ikut jejak kedua orang tuanya menjadi mualaf.

Ketiganya sudah sah menjadi muslim setelah membaca dua kalimat syahadat di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Pancoran Mas, Depok. Proses pengislaman ketiganya dipimpin oleh Komisi Fatwa MUI Kota Depok KH TB Iin A Dhuyaiddin sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat datang, Ika terlihat menggunakan penutup kepala. Sedangkan Edward dan anaknya menggunakan baju koko. Ketiganya lalu dibimbing satu per satu ketika membacakan syahadat.

Usai menjadi mualaf, Ika mengaku lebih tenang. Begitupun dengan suami dan anaknya. Niat untuk menjadi mualaf dikatakan Ika bukan untuk main-main. Sebelumnya, mereka sempat diskusi panjang terlebih dahulu.

Ika bercerita, setiap mendengar suara azan hatinya merasa tenang terutama azan magrib di tiap bulan. Hal itu telah dialaminya sejak lama. Kebetulan, rumah keluarga Ika tidak jauh dari sebuah masjid di kawasan Cilodong, Depok.

"Ini sudah panggilan hati kami. Setiap mendengar suara azan saya tenang rasanya," kata Ika usai menjadi mualaf di Kantor MUI Depok, Kamis (25/6/2015).

Dia menuturkan, sebelumnya sudah mempelajari mengenai Islam sedikit demi sedikit. Misalnya belajar bagaimana melaksanakan salat lima waktu. Setelah sah menjadi mualaf dia dan keluarganya pun berniat lebih mendalami Islam. "Sekarang kami sudah tenang," akunya.

Sementara itu, Sekretaris MUI Kota Depok, Khairullah Akhiari menuturkan, hal positif seperti ini patut diteladani. Di bulan penuh berkah ini menjadi momen penting bagi Ika dan keluarga yang telah memutuskan menjadi mualaf.

"Pengakuan mereka, selama ini merasa tidak tentram. Mereka tidak pernah beribadah ke gereja. Jadi memutuskan memeluk agama Islam," kata Khairul.

Dan, hanya teman-teman syaithan lah yang tidak suka dan membenci Azan.

“Apabila azan dikumandangkan, maka setan berpaling sambil kentut hingga dia tidak mendengar azan tersebut. Apabila azan selesai dikumandangkan, maka ia pun kembali. Apabila dikumandangkan iqomah, setan pun berpaling lagi. Apabila iqamah selesai dikumandangkan, setan pun kembali, ia akan melintas di antara seseorang dan nafsunya. Dia berkata, “Ingatlah demikian, ingatlah demikian untuk sesuatu yang sebelumnya dia tidak mengingatnya, hingga laki-laki tersebut senantiasa tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat. Apabila salah seorang dari kalian tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, hendaklah dia bersujud dua kali dalam keadaan duduk.” (HR. Bukhari no. 608 dan Muslim no. 389)

Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan,

“Suara azan membuat setan takut sehingga pergi jauh. Karena dalam kumandang azan sulit terjangkit riya’ dan kelalaian. Hal ini berbeda dengan shalat, hati mudah diserang oleh setan dan ia selalu memberikan pintu was-was.” Sampai-sampai Abu ‘Awanah membuat judul suatu bab “Dalil bahwa orang mengumandangkan azan dan iqomah tidak dihinggapi was-was setan dan sulit terjangkit riya’ karena setan menjauh darinya.” (Fathul Bari, 2: 87).

Semoga hidayah iman dan Islam ini bertahan sampai akhir hayat kelak. Amiin... [VA/BuletinIslami.Com]

Sumber: Merdeka.com

loading...
error: Content is protected !!